Sunday, September 21, 2014

Komunikasi Verbal dan Non Verbal


1.      Komunikasi Verbal ( verbal communication )
adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
Prakteknya, komunikasi verbal bisa dilakukan dengan cara :
a)      Berbicara dan menulis.
Umumnya untuk menyampaikan, orang cenderung lebih menyukai speaking (berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena praktis, speaking dianggap lebih mudah “menyentuh” sasaran karena langsung didengar komunikan.  
b)      Mendengarkan dan membaca.
Kenyataan menunjukkan, pelaku bisnis lebih sering mendapatkan informasi ketimbang menyampaikan informasi. Dan aktivitas penerimaan informasi.pesan bisnis ini dilakukan lewat proses (listening) mendengarkan dan membaca (reading).

Fungsi Komunikasi Verbal :
1.      Untuk mempelajari tentang segala hal yang ada di sekeliling kita.
2.      Untuk membina hubungan yang baik dengan manusia sebagai makhluk social yang satu dengan yang lain nya.
3.      Untuk menciptakan ikatanikatan dalam perjalanan hidup manusia
Contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.








2.      Komunikasi Non Verbal ( non verbal communicarion)
adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata melaikan dengan gerakan anggota tubuh ataupun dengan menggunakan bahasa isyarat
Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.
Fungsi Komunikasi Nonverbal
1.      Repetisi
Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.
2.      Subtitusi
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara Anda bisa berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, seorang pengemis mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata pengganti "Tidak").
3.      Kontradiksi
Perilaku nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji prestasi teman sambil memeluk nya.
4.      Aksentuasi
Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan tangan, nada suara yang melambat ketika berkhutbah
5.      Komplemen
Perilaku Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat istirahat akan dimulai, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera menutup kuliahnya.
  
Contoh :
a.Sentuhan
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
b.Gerakan tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan,
c.Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.
d.Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).





Referensi :
ferdy-pharm.blogspot.com/2010/01/pengertian-komunikasi-verbal-dan-non.html


Tuesday, September 9, 2014

komunikasi sosial budaya

Komunikasi Antar budaya

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi antara orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Dianataranya yaitu perbedaan ras,etnik atau sosial ekonomi.
Budaya adalah cara hidup orang-orang yang berkembang dan mereka terapkan pada sebuah kelompok yang berlangsung pada generasi-generasi nantinya.
Keanekaragaman budaya ini disebut untuk menciptakan dan memperbentuk komunikasi yang sama antara mereka dan pengaruhi komunikasi antar anggota-anggota daerah dan etnis yang berbeda.


Tujuan :
-memahami perbedaan budaya
- ikut berkomunikasi antar orang-orang yang berbeda budaya
- membantu mengatasi masalah komunikasi dengan perbedaan budaya.

Alasan perlunya berkomunikasi antar Budaya

- membuka diri
- memperluas pergaulan
-mingkatkan kesadaran diri
mengutamakan kedamaian

Fungsi
- pribadi : mengetahui identitas sosial agar tahu asal-usul kita dari mana
- menyatakan integrasi sosial : yaitu menerima kasatuan, pribadi dan kelompok namun masih mengakui perbedaannya masing-masing.
- menambah pengetahuan : saling mengetahui dan mempelajari bersama pada budaya masing masing .


Melihat wujud kebudayaan tentu secara operasional bisa dilihat dari isi kebudayaan yang sering disebut sebagai cultural universal meliputi :
·        Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat rumah tangga, senjata alat produksi, transpor)
·        Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi)
·        Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum dan sistem perkawinan)
·        Bahasa (lisan maupun tertulis);
·        Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak);
·        Sistem pengetahuan
·        Religi (sistem kepercayaan)
Referensi :
http://ruddylaski.blogspot.com/

komunikasi kelompok


Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya  pengertian lain dari kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
Kelompok ini misalnya adalah :
·        keluarga,
·        kelompok diskusi,
·        kelompok pemecahan masalah
Sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
1.      Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka;
2.      Kelompok memiliki sedikit partisipan;
3.      Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin;
4.      Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama;
5.      Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.

Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunikasi :
1. Konformitas.
Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan.
2. Fasilitasi sosial.
Fasilitasi menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok.
3. Polarisasi.
Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok :
1. Faktor situasional karakteristik kelompok
2. Faktor personal karakteristik kelompok
 

YUSETYA Copyright © 2010 | Designed by: compartidisimo